Jam 12 pm teng kita beranjak dari ruang kerja ke tempat makan. Kali ini di Ambassador. Mungkin baru kali ini aku makan siang di tempat yang menurut ku agak jauh dari kantor jika pergi sendirian. Tapi untungnya kita berangkat ber-8. Setengahnya naik taksi, dan sisa nya jalan kaki. AKu termasuk kedalam golongan yang ramah lingkungan, which is going out on foot.
Setelah makan disana, salah serang teman tertarik dengan brosur yang di tawarkan dari salah satu hunian di daerah segitiga emas (Gold Pants :D) Jakarta, di dekat jalan satrio. Si teman itu tertarik lantaran harga yang di tawarkan itu dianggap murah ( untuk sekelas apartment di daerah situ ya). Lalu Pergilah kita ke kantor pemasaran "Tamansari Apartment". Seorang wanita muda menyambut kami dengan penuh keramah tamahan. "Selamat siang mbak, ada yang bisa saya bantu??*((&&" (Lah ini sapa yang sales, sapa yang customer siihhh????)
Kan**t.....eh Lanjut.. Kita bertiga akhirnya duduk di kursi dan si mbak sales tadi menerangkan dengan sabar nya. Serasa gak ada beban sedikit pun. Lalu situasi pun berubah ketika satu persatu dari kita melontarkan pertanyaan yang bertubi-tubi seperti layak nya serangan roket Hizbullah. Lalu beberapa pleton pasukan amphibi menyusup dari arah selatan, dan bergerilya kejantung pertahanan. Tapat di UTM E988373.23 N89347332, serangan udara dari skuadron tempur Z-595 dengan misile lengkap, membombardir pasukan garis depan israel. Boooooomm....
"Hallo....Halloooo mas???Anybody here?? Ada yang kurang Jelas dari keterangan saya???" Alahmaaak,,, narasi ku terlalu berlebihan. Ok, dari jawaban si mbak nya tadi jelas bahwa suatu kebohongan publik baru saja terjadi. Pertama, Semua kamar adalah type studio. Harga semakin tinggi level bangunan, semakin mahal harganya. Sehingga, untuk lantai 12 kebawah di katakan sold out. waah,,,sepertinya ini bangunan baru dehh, secepat itu kah abisnya? Tapi aku berpikir bahwa mereka ingin menjual yang mahal2 dulu, takut nanti nya gak laku.
Kedua,harga yang di tawarkan di reklame ternyata gak ada di brosur. Dan si mbak nya bilang kalo itu harga yang 3 bulan yang lalu. Lantas sekarang ada penyesuaian harga akibat naiknya inflasi.Ok lah, tapi kan lebih baik kalo yang di reklame itu juga di update harga nya.
Ketiga, Untuk kamar yang city view di katakan juga udah sold out. Sehingga di yang tersisa hanya pool view. What the hell is it? Jadi kita gak bisa milih apa yang kita mau donk kalo gitu ya. Semua udah di drive untuk memilih yang sudah di tentukan oleh marketing. What a cheat...
Keempat, Kita bertiga gak serius mau beli kok. Lah duit dari mana buat beli apartment yang segitu mahal. Kita cuma iseng aja mau cari ruang adem, berhubung di food court agak gerah.wekekeke..
Jadi kalo di pikir-pikir dengan kamar yang type studio gitu alias mirip sekali dengan kos-kosan dan untuk harga yang segitu, mungkin lebih baik bangun rumah ya. Bisa punya halaman untuk nanam pohon bunga dan bermain anak2. Let's build a family with a comfort living house.
Rabu, 09 Juli 2008
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

2 komentar:
wah kayaknya gw dejavu ama crita ini nih........
tapi emang lapet bngt si brosur tu....
*blog lo gw link yo ndar...
gw setuju... mending beli rumah aja dari apartment, selaen kepimilikannya yang juga gak whole life alias cuma sampai rata2 20-25 taun depan, kesian nanti kalo tinggal di apartment anak2 lo gak berkembang kekekeke :D