Minggu, 29 Juni 2008

Minggu-minggu pertama di Jakarta

Sepertinya aku agak termasuk orang yang menganggap diri mudah untuk beradaptasi dimana aja. Mau di hutan, mau di laut ato mau di kampung kecil sekalipun, gak masalah. Karena memang dulu nya aku sedikit terbiasa dengan tampat yang seperti itu. Aku pernah Kuliah lapangan di suatu desa terpencil di daerah Gombong-Kebumen. Menyusuri sungai dan alur liar hingga hutan belantara demi suatu kepuasan batin (aku lebih menyebutnya suatu keterpaksaan).

Tapi mengapa ketika aku pindah ke tempat dimana sesuatu itu serba ada, segala informasi dan hiburan tersedia, agaknya terasa berat bagi ku untuk beadaptasi. Faktor sosial, aku merasa susah untuk menjalin silahturahmi dengan orang sekitar. Jangan tanya sekarang, karna aku belum tau penyebabnya. Faktor akses menuju suatu tempat, agaknya aku juga masih bingung. Aku dulu terbiasa jalan kaki ato naik sepeda untuk menuju kesuatu tempat yang tidak terlalu jauh untuk di jangkau. Namun disini untuk jarak yang sama, aku harus berpikir dua kali untuk menerapkan kebiasaan ku dulu yakni jalan dan bersepeda. Faktor makanan, woops..ini lah yang membuat aku pusing sejuta keliling. Aku menghabiskan di akhir minggu pertama ku di kamar dan menyendiri di balik sarung. Dan di akhir minggu ke dua, kembali aku menyendiri di balik selimut karna sakit perut yang luar biasa. Analisa dari dokter sih, mungkin karena makanan yang kurang bersih. Alasan yang sering didengar, namun tidak bisa dianggap sepele.

Ampuuun....

0 komentar: